Oleh Yazid Abdul Qodir Jawas

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaikan dan kejelekan-kejelekan, kemudian Allah menjelaskan yang demikian. Barang siapa yang berniat baik dan ia tidak melakukannya, maka Allah menulis di sisiNya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia berniat baik dan ia melakukannya, maka Allah akan menulisnya 10 kebaikan sampai 700 kali lipat hingga berlipat yang banyak. Dan jika ia berniat jelek dan ia tidak melakukannya (karena Allah), maka Allah akan menulis di sisiNya satu kebaikan. Dan jika ia berniat berbuat jelek dan ia melakukan perbuatan jelek itu, maka Allah menuliskannya satu kejelekan.” (HR. Bukhari Muslim) Hadits ke-37 dari hadits Arba’in An Nawawi

Berlipat gandanya amal tergantung pada:

-Baiknya keislaman seseorang

-Kesempurnaan keikhlasannya

-Kebutuhannya dalam mengerjakan amal

-Ittiba’ (mengikuti contoh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam)

Perbuatan baik dapat digandakan melihat tempatnya, misal di Masjidil Haram. Dapat juga melihat waktunya, misal bulan Haji dan bulan Ramadhan.

Perbuatan jelek juga dapat digandakan melihat kemuliaan orang yang melakukannya.

Kemudian orang yang memikirkan suatu kejelekan yang hanya melintas, jika:

*tidak tetap dalam hati dan ia tifdak suka dengan hal itu, maka Allah memaafkannya

*lintasan itu tetap dalam hati, maka akan tetap dibalas kejelekan (disiksa)

Kesimpulan:

  • Kesempurnaan ilmu Allah yang tidak luput dariNya sekecil apapun amalan seseorang
  • Diantara tugas malaikat menulis kebaikan dan kejelekan
  • Penjelasan tentang keutamaan Allah yang besar tentang umat ini
  • Dia menjadikan keadilan perbuatan baik itu jadi berlipat ganda
  • Malaikat mengetahui apa yang ada di hati manusia dengan cara yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala

Wallahu a’lam…….