Islam adalah satu-satunya agama yang banyak sekali memperhatikan aspek akhlaq dan etika, dari hal terbesar sekeci-kecilnya. Bila kita mengamati Al-Qur’an dan Hadits, maka sangat sulit bagi kita untuk tidak mengatakan bahwa didalamnya selalu terkait dengan akhlaq dan etika itu.

Salah satu hal yang nampak sepele namun besar artinya yang diberikan perhatian oleh Islam adalah masalah etika memakai sandal dan sepatu. Rasulullah Saw bersabda:

“Bila salah seorang diantara kamu memekai sandal, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kanan dan bila melepasnya, maka hendaklah ia memulainya dengan kaki kiri. Jadikanlah kakikanan yang pertama dari keduanya yang dipakai dan yang terakhir dari keduanya yang dilepas.” (Riwayat Bukhari)

Pelajaran/Ibrah

  1. Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha didalam kitab ash-Shahihain bawasanya Nabi Saw sangat suka menganan (memakai dengan memulai yang kanan), baik ketika memakai sandal atau memakai sepatu, menyisir, bersuci atau seluruh urusannya. Beliau mendahulukan yang kiri untuk selain hal itu; ketika masuk WC, keluar dari masjid, melepas sandal dan yang semisal dengannya.
  2. Beliau mengkhususka yang kanan di dalam makan, minum, berjabat tangan dan mengambil sesuatu yang baik. Dan beliau mengkhususkan yang kiri untuk kotoran dan sesuatu yang tidak disukai.
  3. Di dalam masalah Thaharah (bersuci), beliau mendahulukan untuk mencuci tangan kanan dan kaki kanan. Ketika mencukur rambut di dalam manasik haji, Beliau mendahulukan bagian yang kanan dari kepalanya.
  4. Menurut syari’at, akal da estetika bahwa mendahulukan yang kanan dalam hal yang baik dan mengkhususkannya, serta mengkhususkan yang kiri terhadap yang tidak disukai adalah lebih utama.