“Dan karena ucapan mereka: “Sesunggungguhnya Kami telah membunuh Al masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang di serupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, meeka tidak (pula) yakin yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.” (An-Nisaa’: 157)

Akan tetapi berbeda dengan umata Nasrani yang menjadikan akidah penyaliban Yesus sebagai inti dari iman Kristiani dan sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu salib menjadi lambang dan symbol bagi agama mereka!! (Lihat Roma 5: 8-9; Timotius 2:5-6)

Yang sangat mengherankan adalah perbedaan umat Nasrani tentang bentuk penyaliban ini, yang mengindikasikan kepada kacaunya doktrin palsu ini!

Mereka berselisih, apakah penyaliban itu terjadi minimal sehari sebelum perjamuan makan terakhir seperti penuturan Lukas, atau di tengah-tengahnya setelah Isa al-Masih memberinya suapan seperti penuturan Yohanes!

Mereka bersilisih jam berapa Yesus disalib. Apakah jam 9 seperti laporan Markus (15: 25) ataukah diatas jam 12 seperti laporan Yohanes (12: 14-16)? Mereka berselisih apakah Yesus yang membawa salibnya sebagaimana riwayat Yohanes –menurut kebiasaan orang yang akan disalib menurut ucapan Nitonham- ataukah Sam’an al-Qairawani sebagaimana yang diceritakan ketiga pengarang injil yang lain? Mereka berselisih tulisan apakah yang ada di atas tiang salib? Apakah tertulis “Raja orang Yahudi” (Markus 15: 26), ataukah “Inilah Raja orang Yahudi” Lukas (23: 38), ataukah “Inilah Yesusu Raja orang Yahudi” Matius (27: 37), ataukah “Yesus orang Nasaret, Raja orang Yahudi” Yohanes (19: 19). Mereka berselisih tentang sikap kedua pencuri yang juga disalib di samping kanan dan kiri Yesus. Apakah keduanya yang mencaci Yasus, bahwa Tuhannya telah menyerahkannya kepada musuh-musuhnya (Matius 27: 44 dan Markus 15: 31), ataukah hanya satu orang saja dan yang lainnya menghardik temannya yang mencela ini Lukas (23: 39-40)? Mereka berselisih berapakah orang yang bersaksi dusta pada saat penghakiman Yesus? Apakah dua orang (Matius 26: 60) ataukah beberapa orang (Markus 14: 57), ataukah tidak diketahui seperti Lukas dan Yohanes yang diam seribu bahasa. Mereka berselisih apakah Yesus mengecap anggur bercampur empedu (Matius 27: 34) ataukah menolaknya (Markus 15: 23). Mereka berselisih apakah teriakan Yesus waktu disalib? Apakah Eli, Eli Lima Sabakhtani (Matius 27: 46; Markus 15: 34), ataukah Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku, Lukas 23: 45-46). Mereka berselisih apakah mengatakan “saya haus” ketika disalib (Yohanes 19: 28-29) ataukah tidak (Matius 27:48 dan Markus 15:36)?

Mereka berselisih apa yang terjadi setslah penyaliban, apakah Hijab Haekal terbelah dari atas ke bawah (Markus), ataukah disamping itu bumi berguncang, bebatuan terpecah belah, mayat-mayat orang suci banyak yang bangkit dari kuburnya lalumasuk ke kota suci dan terlihat oleh banyak orang (Matius), ataukah matahari menjadi gelap dan Hijab Haekal terbelah dari tengahnya. Dan tatkala pemimpin mereka melihat hal itu langsung memuji Allah dan menatakan: “Orang ini bener-benar baik” (Lukas)?!.. Ataukah seperti Yohanes yang bungkam seribu bahasa, tidak tahu sama sekali tentang peristiwa ini? Mereka berselisih siapakah yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib, apakah Yusuf Arimatea sediri (Matius 27: 59-60, Markus 15: 45-46, Lukas 23-53), ataukah Yusuf Arimatea dan Nicademus Yohanes 19: 38-42)?!..

Banyak kontradiksi yang terjadi dalam kisah penyaliban Yesus ini terjadi karena para murid Yesus tidak ada yang menyaksikan penyaliban (Markus 14: 50). Hal ini membuktikan bahwa mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan tidak yakin bahwa yang dibunuh itu adalah Yesus (Isa as.). Maha Benar firman Allah dalam al-Qur’an Surat an-Nisaa’: 157 di atas. Dan an-Nisaa’: 82, yang berbunyi: “Maka apakah mereka tidak memperhatika al-Qur’an? Kalau sekiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”.

Jika anda tidak membawa Al Kitab atau memang anda tidak mempunyainya, anda bisa melihat (membacanya) di sini.

Sumber: Majalah Qiblati edisi perdana sya’ban 1426