Makna Isti’adzah

Memohon perlindungan kepada Allah atau istiadzah mempunyai makna meminta penjagaanNya serta bersandar dan mempercayakan kepadaNya. Lafadz Isti’adzah disebut ta’awudz.

Isti’adzah Sebelum Membaca Al-Quran

“Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk” (An-Nahl:98)

Ibnu Qayyim Al-Jauziah mencatat tujuh sebab pentingnya isti’adzah sebelum membaca Al-Quran.

Pertama, Al-Quran adalah obat apa yang ada di dalam dada. Ia menghilangkan godaan yang dimasukkan setan ke dalam dada. Maka kita diperintahkan mengusir godaan setan tersebut, mengosongkan darinya, lalu obat tersebut mengisi tempat yang telah kosong tersebut sehingga lebih bisa meresap.

Kedua, para malaikat dekat dengan Al-Quran. Karena itu pembaca Al-Quran diperintahkan memohon kepada Allah agar dijauhkan dari setan, sehingga didatangi malaikat.

Ketiga, setan memperdaya pembaca Al-Quran agar ia lupa dari merenungi makna ayat yang dibacanya.

Keempat, pembaca Al-Quran berdialog dengan membaca firmanNya.

Kelima, Allah mengabarkan bahwa tidaklah Dia mengutus rasul atau nabi pun kecuali ia mempunyai keinginan, dan setan memasukkan godaan terhadap keinginan-keinginan itu. Para salaf berpendapat maknanya adalah bahwa jika ia membaca Al-Quran maka setak akan menggoda sepanjang bacaannya.

Jika yang demikian setan lakukan kepada rasul, bagaimana dengan mereka yang bukan rasul?

Keenam, setan sangat bersungguh-sungguh dalam menggoda manusia saat ia ingin melakukan kebaikan, atau ketika sedang melakukannya. Ia senantiasa mengintai apalagi saat membaca AlQu-ran.

Ketujuh, isti’adzah sebelum membaca Al-Quran adalah pertanda da peringatan bahwa yang akan datang setelah itu adalah Al-Quran.

Mewaspadai godaan setan dan berlindung kepada Allah darinya merupakan hal penting. Demikian juga membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Quran. Hendaknya hal ini diperhatikan oleh setiap hamba Allah yang ingin membersihkan jiwanya.