Iblis dengan tegas punya anak cucu. Syaitan punya anak cucu. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Kahfi: 50: “Dan ketika Kami berfirman kepada para malikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jin, maka Ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan keturunan-keturunanya sebagai pemimpin selain dari pada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim”.

Maka anggapan syitan tidak mempunyai anak cucu, berlawanan dengan kandungan jelas ayat ini. Setiap apapun yang berlawanan dengan arti jelas dalam Al-Qur’an adalah jelas-jelas bathil. Tapi adanya anak cucu Iblis apa melalui proses kawin atau tidak? Tidak ada sumber yang jelas! Para ahli ilmu memiliki beragam pendapat yang berbeda. Kata Asy-Sya’bi: Pernah seorang laki-laki bertanya kepadaku: “Apa Iblis punya istri?” Ku jawab: “Itu acara perkawinan yang belum pernah kulihat”. Kemudian teringat olehku firman Allah Ta’ala QS. Al-Kahfi: 50 di atas, maka ku tahu bahwa anak cucu hanya diperoleh dari istri. Lalu kukatakan “Ya”. Sebagian ilmuan lainnya berkata Allah Ta’ala menciptkan penis dari paha kanan Iblis dan vagina pada paha baigan kiri. Lalu dia kawinkan vagina dan penisnya. Maka keluarlah 10 telur setiap harinya, dan menetaslah 70 syaitan laki2 dan perempuan dari setiap butir telurnya”. Semua pendapat tersebut sebenarnya tidak bisa dijadikan acuan mutlak, karena tudak ada dalil yang pasti dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yang positif, ayat menjelaskan bahwa Syaitan mempunyai anak cucu. Tentang prosesnya tidak ada keterangan shahih. Masalah ini bukan ditentukan dengan teori ilmiah.