Agama Islam adalah agama yang sempurna. Yang mengajarkan umatnya segala sesuatu, mulai dari hal yang terkecil sampai hal-hal yang paling besar baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat, semuanya telah dijelaskan oleh Islam dan tidak ada satupun yang tertinggal. Termasuk didalamnya bagaimana adab-adab dalam buang hajat. Sebagian dari adab-adab tersebut adalah:

Doa Masuk WC

Berdoa ketika masuk WC/toilet denngan doa:

“Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khoba-its” (Riwayat Bukhari no.142 dan 5963 serta Muslim no.375)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“Sesungguhnya WC ini telah didiami (oleh syetan), maka apabila salah seorang diantara kamu akan ke WC hendaklah membaca doa: a’uudzubika minal khubutsi wal khoba-its.” (HR. Ibnu Majah no.296)

Doa Keluar WC

Waktu keluar dari toiletpun ada doanya, yaitu:

“Ghufronaka” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di Dalam WC

Posisi duduknya besandar di atas kaki kiri. Berdasarkan hadits Suraqah bin Malik ra., beliau berkata, “Rasulullah Saw telah memerintahkan kami supaya bersandar di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.” (HR. Tabrani dan Baihaqi)

Berbicara ketika dalam kondisi buang hajat hukumnya sangat makruh (dibenci) kalo tidak terpaksa atau tidak ada keperluan. Ibnu Umar ra. berkata: “Bawasanya ada seorang laki-laki lewat ketika Rasulullah Saw sedang buang hajat kacil, lalu laki-laki tesebut memberi salam kepada Rasulullah Saw tetapi beliau tidak menjawab salam tersebut.” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari)

Hukum masuk WC dengan membawa sesuatu yang padanya tertulis nama Allah adalah makruh kecuali karena ada hajat. Adapun mushaf (Al-Quran) adalah haram kecuali dalam keadaan terpaksa berdasarkan hadits riwayat dari Anas ra. beliau berkata: “Adalah Rasulullah Saw apabila akan masuk WC, beliau melepas cincinnya.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dwud, dan Ibnu Majah)

Dan telah shahih bahwa pada cincin beliau terdapat kalimat ‘Muhammad Rasulullah’.

Hukum memegang kemaluan dengan tangan kanan adalah makruh kecuali karena suatu hajat. “Janganlah salah seorang diantara kamu memegang kemaluannya dengan tangn kanannya ketika kencing dan janganlah cebok dengan tangan kanannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dimana?

Hendaklah menjauh ke tempat yang sunyi, tidak di jalan2 atau di perteduhan (seperti di bawah pohon atau halte bus).

“Ketika keluar dalam safar bersama Rasulullah Saw, beliau tidak buang hajat kecuali bersembunyi dan tidak terlihat.” (HR. Ibnu Majah no.335)

“Jauhilah dua (perbuatan) yang menyebabkan laknat, yaitu buang hajat di jalan umum atau di perteduhan mereka.” (HR.Muslim no.269)

Janganlah kencing di lubang, air yang mengalir atau air tenang dan di tempat mandi.

Dari Qatadah ra. : “Rasulullah Saw telah melarang seseorang kencing di suatu lubang.” Mereka bertanya kepada Qatadah, “Apa yang menyebabkan dilarang kencing di suatu lobang?” Beliau berkata, “Dikatakan sesungguhnya lobang itu merupakan tempat tinggal jin.” (HR. Nasa’i, Ahmad, dan Abu Dawud)

Dari Jabir ra. dari Nabi Saw bahwa beliau malarang seseorang itui kencing di air yang tenang (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Wallahu a’lam…