Sebagian ulama mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam dari cahaya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Jabir, bahwa dia berkata “Aku berkata, “Wahai Rasullullah, beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang pertama kali Allah Ta’ala ciptakan sebelum segala sesuatu?” Rasulullah bersabda, “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan sebelum segala sesuatu yang lain adalah cahaya Nabimu dari cahaya.”

Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas dan ahli bid’ah, mereka mengatakan bahwa Nabi diciptakna dari cahaya, dan dari cahaya Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam, Allah menciptakan para nabi, surga dan neraka, ‘Arsy dan Kursi, dan lain-lain sebagainya.

Pernyataan itu adalah kebohongan dan kepalsuan yang jelas dan terang. Bersamaan dengan itu, mereka melakukan pertentangan terhadap dalil-dalil Al-Quran dan sunnah. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam adalah manusia keturunan nabi Adam ‘alaihis salam, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku” (QS al-Kahfi: 110)

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.” (QS al-Furqan: 20)

Sesuai dengan sifat manusiawi, mereka para nabi juga mengalami sifat-sifat yang dating pada diri manusia. Mereka tidur, bangun, sehat, sakit, dan mereka juga menghadapi cobaan sebagaimana manusia yang lain menghadapi cobaan, bahkan mereka adalah manusia yang paling berat menerima cobaan.

Sesuai dengan sifat kemanusiawiannya, para nabi juga melakukan pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh manusia. Diantra pekerjaan Rasulullah adalah berdagang sebelum diangkat menjadi rasul. Para nabi juga menggembala kambing. Bahkan nabi Daud sebagai pandai besi. Begitu pula nabi Zakaria sebagai tukang kayu. Tetapi mereka adalah manusia yang paling utama. Allah Ta’ala telah menunjuk dan memilih mereka serta menjadikan mereka (sebagai manusia utama) sesuai dengan kehendak-Nya.

Rasulullah mengabarkan bahwa para malaikat dicptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada diri kita, yaitu tanah. Hadits mengenai ini diriwayatkan olehh Imam Muslim.

Dengan demikian barang siapa yang menganggap bahwa Nabi tercipta dari cahaya, mak ia telah menganggap Muhammad adalah malaikat, dan menyerupai kaum musyrikin. Mereka menganggap tidak mungkin dan mengingkari seorang manusia menjadi rasul. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, ‘Adakah Allah mengutus manusia menjadi rasul?” (QS al-Isra’: 94)

Rasulullah adalah seorang manusia, bukan malaikat. Tidak ada dalam al-Quran maupun assunnah yang mengharuskan keluar dari kenyataan ini, yaitu dia (Muhammad) adalah seorang menusia dari keturunan nabi Adam, dan Allah telah menciptakan nabi Adam dari tanah, bukan dari cahaya.

Adapun hadits yang disebutkan, yang mereka bersandar atasnya, adalah hadits palsu, mayoritas manusia mengetahui permulaan hadits ini tetapi tidak mengetahui akhirnya. Seandainya mereka telah meneliti akhir hadits tersebut, mereka tidak akan meragukan lagi akan kebathilan hadits tersebut.

Syekh Abu al-Faidh Ahmad al-Ghumari berkata dalam kitabnya al-Mughayir ‘ala al-Hadits al-Maudhu’ah fil Jami’ish Shaghir, “Hadits tersebut adalah palsu, seandainya menyebutkan secara sempurna, maka tidak akan ragu lagi akan kepalsuannya, dan sebagainya terdapat sekitar dua lembar keterputusan yang mencakup atas lafadz-lafadz yang tidak beraturan dan makna yang tidak masuk akal.”

As-Suyuti ditanya mengenai hadits tersebut diatas, sebagaimana dalam kitab al-Hawi lil Fatawa, juz 1, halaman 323, maka beliau menjawab, “Hadits yang disebutkan dalam pertanyaan, tidak memiliki sanad-sanad yang bisa dijadikan sandaran.”

Kita memohon kepada Allah, semoga memberi petunjuk kepada sebagian manusia agar terhindar dari keyakinan yang rusak ini, dan menunjukai kita dan mereka kepada yang haq dan jalan kebenaran.

Sumber: majalah-Qiblati Vol.01/No.08 1427 H