Mani lelaki berbentuk cairan pekat berwarna putih, adapun mani wanita encer berwarna kuning. Hal ini sebagaimana disebutkan hadits Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha.

Suatu saat ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang wanita yang bermimpi sebagaimana yang dialami kaum pria. Kamu mungkin mengistilahkan dengan mimpi basah. Rasulullah memberikan jawabannya,

“Jika ia melihat mani yang keluar maka wajib mandi.” Dengan malu-malu Ummu Sulaim bertanya, “ Apakah seorang wanita juga mengalaminya (mimpi basah)?” Rasulullah menjawab, “Kalau (tidak) begitu bagaimana mungkin seorang anak bisa mirip ibunya? Sesungguhnya mani pria itu pekat dan berwarna putih, sedang mani wanita encer berwarna kuning. Siapa saja diantara keduanya yang lebih awal atau dominan, maka kemiripan (sang anak) akan condong kepadanya.” (H.R Muttafaqun ‘alaih dalam shahih Muslim no. 469)

“Dalam keadaan sehat mani pria itu berwarna putih pekat memancar sedikit demi sedikit saat keluar. Itu biasa keluar bila dibarengi dengan syahwat; sangat terasa nikmat saat keluarnya. Saat ia keluar akan terasa lemas dan akan mencium bau seperti bau mayang kurma, yaitu seperti bau adonan tepung. Warna mani bisa berubah disebabkan beberapa hal diantaraya: saat sedang sakit, maninya akan berubah encer dan kuning, atau kantung testis melemah sehingga mani keluar tanpa dipacu oleh syahwat, atau terlalu sering bersenggama sehingga mani berubah menjadi merah seperti air perasan daging dan kadang kala yang keluar adalah darah.” (Lihat Syarah Sahih Muslim karangan Imam An-Nawawi III/213)

Beberapa karakteristik yang dijadikan patokan dalam mengenal mani pria adalah:

Memancar akibat dorongan syahwat disertai rasa lemah sesudahnya.

Baunya seperti bau mayang kurma/bau adonan tepung atau bau daun pandan

Keluarnya sedikit demi sedikit

Tekstur lebih kental dan lebih lengket

Mani wanita telah disebutkan di atas berbeda dengan mani pria. Warna aslinya kuning dan kelihatan encer. Namun kadang kala warnanya putih, bial kekuatannya melebihi kadar rata-rata. Ada 2 karakteristik yang dijadikan patokan dalam menentukan mani wanita:

Baunya seperti bau mani pria

Terasa nikmat saat mangeluarkannya dan merasa lemah saat mengeluarkannya

Adapun madzi, hanyalah cairan lekat berwarna putih, biasanya keluar disebabkan menghayal hubungan intim. Umunya keluar tanpa dorongan syahwat, tidak memancar dan tidak disertai rasa lemah setelah mengeluarkannya. Dalam hal ini kaum wanita lebih sering mengalaminya.

El-Fata edisi 04 vol III