Ketika mendapati adzan pada waktu ibadah jum’atan, apakah langsung shalat tahiyatul masjid atau menunggu adzan selesai terlebih dahulu? Hal ini tentu saja harus dilihat kembali asal hukum menjawab adzan dan shalat tahiyatul masjid.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mendengar dan menjawab adzan. Mayoritas ulama berpendapat hukumnya sunnah (Al Majmu’ 3/27). Mereka menyatakan bahwa hadits Abu Sa’id yang berbunyi,

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kalian mendengar adzan mak jawablah seperti yang disampaikan muadzin.” (Muttafaq ‘alaihi)

Dipalingkan dari wajib menjadi sunnah dengan hadits ‘Aisyah yang berbunyi,

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mendengar muadzin membaca syahadat maka beliau berkata, dan aku dan aku.” (Riwayat Abu Dawud)

Dalam hadits ini beliau tidak menjawab adzan secara sempurna. Hal ini pun didukung dengan amalan kaum muslimin di zaman Umar sebagaimana disampaikan Tsa’labah bin Abi Malik dalam pernyataan beliau,

“Mereka dahulu berbincang-bincang pada hari Jum’at dan Umar duduk di atas mimbar. Jika muadzin selesai adzan maka tak seorangpun berbicara.” (Riwayat Asy-Syafi’I dalam al-Umm dan dishahihkan An-Nawawi sebagaimana dijelaskan Albani dalam Tamamul Minnah hal.339)

Pendapat inilah yang dirajihkan Syeh Al-Albani, Syeh Mansyur Salman dan Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Wal Ifta (Komite Tetap Untuk Penelitian Islam dan Fatwa Saudi Arabia). Al-Albani menyatakan, dalam ‘atsar ini ada dalil yang menunjukkan tidak wajibnya menjawab (seruan) muadzin, karena di zaman Umar terjadi amalan berbincang-bincang ketika adzan dan Umar diam.

Demikian juga iqamat sam hukumnya dengan adzan dalam hal ini, sebagaimana dinyatakan Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta (disusun oleh Syeh Ahmad Abdurrazaq Ad Duwais cetakan pertama th 1416 H hal 6/89) dalam pernyataan mereka yang berbunyi, “Termasuk sunnah seorang yang mendengar iqamat seperti ucapan muqiem (orang yang beriqamah), karena iqamat adalah adzan kedua sehingga dijawab seperti adzan dijawab.”

Dengan atsar ini maka didahulukan shalat tahiyatul masjid dan mendengar khutbah, karena shalat tahiyatul masjid di hari Jumat dan mendengar khutbah hukumnya wajib, sehingga didahulukan dari mendengar adzan.

Wallahu a’lam……

Dari: majalah-Nikah vol.6 no.5